Maria Elisa Hospita
19 September 2018•Update: 19 September 2018
Ovunc Kutlu
NEW YORK
Produsen mobil listrik AS, Tesla, mengkonfirmasi bahwa perusahaannya tengah diselidiki oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) setelah bulan lalu CEO Elon Musk mengumumkan akan memprivatisasi perusahaan.
"Bulan lalu, DOJ telah meminta dokumen-dokumen Tesla untuk ditinjau dan kami telah bersikap kooperatif dalam hal itu," kata perusahaan tersebut.
"Kami belum mendapat panggilan pengadilan, permintaan kesaksian, ataupun proses formal lainnya. Kami menghormati keinginan DOJ untuk mendapatkan informasi dan kami yakin masalah ini harus segera diselesaikan," tambah Tesla.
Pada 7 Agustus, saat Musk mengumumkan keinginannya untuk memprivatisasi Tesla, saham Tesla melonjak 11 persen di Bursa Efek New York.
Sepekan kemudian, dia mengatakan telah memberi tahu dewan direksi dan Dana Kekayaan Kedaulatan Arab Saudi memiliki modal yang cukup untuk memprivatisasi Tesla.
Namun, pada 24 Agustus, Musk mengubah keputusannya. Setelah berkonsultasi dengan para pemegang saham dan dewan direksi, dia memutuskan bahwa Tesla akan tetap menjadi perusahaan publik.
Pada Selasa, saham Tesla turun dari USD356,41 menjadi USD284,96, yang artinya mengalami kerugian 20 persen.
Nilai pasar perusahaan pun menurun dari USD60,8 miliar menjadi USD48,6 miliar.