Betul Yoruk
15 April 2018•Update: 16 April 2018
Betul Yoruk
ANKARA
Dewan Keamanan PBB pada Sabtu menolak resolusi Rusia yang mengutuk serangan udara oleh Amerika Serikat (AS), Prancis dan Inggris kepada Suriah.
Dewan Keamanan mengadakan pertemuan darurat atas permintaan Rusia, yang mengutuk serangan udara yang dipimpin AS pada Suriah kemarin malam.
Resolusi ditolak karena hanya dapat mengumpulkan 9 suara dari 15 anggota dewan.
Tiongkok dan Bolivia mendukung resolusi, AS, Inggris, Prancis, Swedia, Polandia, Pantai Gading, Kuwait dan Belanda menolaknya.
Peru, Kazakhstan, Etiopia dan Guinea Equatorial abstain.
AS, Inggris dan Prancis melakukan serangan udara yang menargetkan tempat penyimpanan senjata kimia rezim Assad di Suriah pada Sabtu.
Serangan tersebut dilancarkan setelah rezim Assad dinyatakan telah menggunakan senjata kimia di kota Douma, Suriah yang menewaskan 78 warga sipil dan melukai ratusan lainnya.
Berbicara di Dewan Keamanan, Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB, mengatakan Rusia menggunakan veto untuk "membunuh" Mekanisme Investigasi Bersama, sebuah langkah yang dapat mengungkapkan siapa yang menggunakan senjata kimia.
"Veto Rusia adalah lampu hijau kepada rezim Assad untuk menggunakan senjata paling barbar untuk melawan masyarakat Suriah, sepenuhnya melanggar hukum internasional," ujarnya.
"Saya berbicara kepada Presiden [Donald Trump] pagi ini dan ia mengatakan jika rezim Suriah menggunakan gas beracun ini kembali, AS akan bertindak. Ketika Presiden kami menarik garis merah, Presiden kami memaksa menarik garis merah." Ungkapnya.
Vassily Nebenzia, duta besar Rusia untuk PBB, mengutuk serangan udara sebagai "hooliganisme dalam hubungan internasional."
"Rusia mengutuk serangan terhadap Suriah. Tindakan AS di Suriah membuat situasi semakin buruk," tambah Nebenzia.