05 Januari 2018•Update: 07 Januari 2018
NEW YORK
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) hari ini akan menggelar pertemuan terkait aksi protes yang berlangsung di Iran.
Menanggapi permintaan Amerika Serikat (AS), DK PBB hari ini akan menggelar pertemuan dengan agenda Timur Tengah pada pukul 15.00 waktu AS hari ini.
AS ingin membawa protes yang sedang berlangsung di Iran ke dalam agenda, namun Rusia yang menuduh administrasi Washington mencampuri urusan dalam negeri Iran, dapat meminta pemungutan suara dari dewan untuk membahas perkembangan di Iran dalam pertemuan tersebut.
Jika pemungutan suara diminta, dibutuhkan persetujuan sembilan anggota dari total 15 anggota dewan untuk membahas perkembangan di Iran.
Sebelumnya, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan bahwa mereka akan meminta pertemuan darurat DK PBB mengenai demonstrasi dan kekerasan yang berlangsung di Iran.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan, "Saya menghormati rakyat Iran yang berupaya merebut kembali pemerintahan mereka yang korup. Saat waktunya tiba, Anda akan melihat dukungan besar dari Amerika Serikat".
Mengenai aksi protes yang berlangsung di negaranya, Iran menuding AS mencampuri urusan dalam dan negeri dan melaporkannya pada PBB.
Duta Besar Iran untuk PBB Gholamali Khosroo dalam surat yang dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB menyatakan bahwa Amerika Serikat mencampuri urusan dalam negeri Iran dengan dalih mendukung aksi unjuk rasa yang terjadi di sana.
“Presiden Amerika Serikat (Donald Trump) dan Wakil Presiden (Mike Pence) mendorong masyarakat Iran untuk melakukan tindakan provokatif dengan sejumlah cuitan konyol,” tulis dia dalam surat tersebut.
Peristiwa di Iran dimulai pada 28 Desember 2017, sekelompok demonstran di Masyhad memprotes mahalnya biaya hidup, pengangguran dan korupsi di Iran.
Dalam waktu singkat, aksi tersebut berubah menjadi unjuk rasa memprotes pemerintah dan menyebar ke sejumlah kota lainnya termasuk Teheran.
Hingga saat ini lebih dari 20 orang dilaporkan tewas dan lebih dari seribu orang ditahan dalam aksi-aksi tersebut.