Rhany Chairunissa Rufinaldo
24 Mei 2019•Update: 27 Mei 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Myanmar menahan seorang warga negara Sri Lanka karena dicurigai menjadi bagian dari kelompok yang diduga melakukan bom Paskah 21 April lalu.
Menurut surat kabar The Nation yang berbasis di Bangkok, polisi Myanmar menangkap pria yang diidentifikasi sebagai Abdul Salam Irshad Mohmood, 39, pada Kamis malam.
Penangkapan itu dilakukan setelah sejumlah pengguna media sosial di negara itu mengklaim bahwa seorang warga negara asing tinggal terlalu lama, dan dicurigai terkait dengan serangan bom Paskah.
Mohmood ditahan oleh unit khusus polisi Myanmar di distrik Kyauktada, Yangon.
Setidaknya 250 orang terbunuh di Sri Lanka pada April, ketika ribuan umat Kristen menghadiri ibadah Paskah.
Mohmood telah menolak tuduhan tersebut, mengatakan bahwa polisi Myanmar dia tidak bersalah.
Tanpa membeberkan perincian tentang penyelidikan mereka, polisi Myanmar Mohmood memiliki hubungan dengan sekelompok teroris yang berada di belakang pemboman Sri Lanka.
"Tetapi pada saat ini sangat sulit untuk melakukan penyelidikan publik karena dia mengklaim tidak bersalah dan penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung," kata polisi.
Mohmood tiba di Yangon dengan visa turis pada 16 Januari tahun lalu.
"Dia diduga tinggal melebihi izin visanya di Myanmar selama lebih dari 14 bulan di sebuah wisma di Bagan," kata polisi Myanmar.
Bagan adalah salah satu kota kuno di Myanmar yang populer di kalangan wisatawan.