17 Juli 2017•Update: 17 Juli 2017
Barry Ellsworth
TRENTON, Ont.
Penduduk sebuah kota kecil di Kanada memberi suara 19 banding 16 untuk menolak proyek membangun pemakaman yang akan dimiliki dan dikelola oleh warga Muslim di area Quebec City.
Hanya 49 pemilih yang dapat memberikan suara – tetangga-tetangga di area di mana tempat pemakaman itu direncanakan di area Saint-Apollinaire. Tiga puluh enam warga hadir untuk memberi suara dengan satu dinyatakan tidak sah, lapor media setempat.
Walikota dan dewan kota yang berpenduduk 6.000 warga itu mengumumkan rencana awal pada 1 Mei lalu.
Namun sebuah petisi untuk menolak rencana itu ditandatangani 17 orang, cukup untuk mengharuskan referendum.
Penentang pemakaman mengatakan warga Muslim dapat dikubur di pemakaman yang sudah ada atau di pemakaman baru yang dibuka untuk semua agama, dengan bagian khusus warga Muslim.
Juru bicara organisasi yang merencanakan proyek makam tersebut, Centre Culturel Islamique de Quebec, mengatakan penting bagi mereka untuk memiliki lahan taman pemakaman itu.
“Bila tanah itu bisa dimiliki, keluarga dapat membeli lahan untuk seumur hidup,” kata Mohamed Kesri pada media Canadian Press. Dengan itu warga Muslim bisa yakin bahwa pemakaman mereka mengikuti semua adat dan ritual Islam, lanjutnya.
Sebelumya, walikota Bernard Ouellet mengatakan ia khawatir citra kotanya akan menjadi buruk bila warga menentang adanya tempat pemakaman tersebut.