Berk Kutay Gokmen
16 Juni 2026•Update: 16 Juni 2026
Direktur CIA John Ratcliffe dilaporkan menyampaikan keraguan serius kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kesepakatan dengan Iran, khususnya mengenai kesediaan Teheran untuk memenuhi sejumlah konsesi di bidang nuklir, menurut laporan media.
Laporan Axios pada Selasa menyebut Ratcliffe, bersama Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, mengungkapkan kekhawatiran terhadap kesepakatan tersebut. Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance serta utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner mendukung perjanjian itu.
Menurut laporan tersebut, Trump dan para penasihatnya menggelar serangkaian pertemuan tingkat tinggi untuk membahas kesepakatan dengan Iran.
Dalam pertemuan itu, Trump dan timnya meninjau informasi intelijen yang menunjukkan bahwa para pejabat Iran membahas kesepakatan tersebut secara internal dengan cara yang disebut “tidak konsisten” dengan apa yang mereka sampaikan kepada mediator maupun pemerintah AS.
Ratcliffe dan Rubio menilai informasi intelijen tersebut menimbulkan keraguan apakah Iran benar-benar bersedia mengambil langkah-langkah terkait program nuklir yang diinginkan Washington.
“Presiden Trump mendengarkan semua pandangan mengenai setiap isu, tetapi semua pihak memahami bahwa dia adalah pengambil keputusan terakhir,” kata seorang pejabat Gedung Putih.
Pejabat tersebut menambahkan bahwa kesepakatan itu “memenuhi seluruh garis merah” yang selama ini ditetapkan pemerintahan Trump dengan memastikan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, tidak dapat mempertahankan uranium yang telah diperkaya tingkat tinggi, serta tidak bisa menjadikan pasokan energi dunia sebagai alat tekanan.