25 Januari 2019•Update: 25 Januari 2019
KHARTOUM
Setidaknya dua orang dilaporkan tewas pada Kamis dalam demonstrasi anti-pemerintah di Sudan.
Komite Sentral Dokter Independen Sudan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang mahasiswa meninggal dunia akibat penyiksaan dalam tahanan.
Namun belum ada konfirmasi resmi.
Seorang siswa lain, Abdulazim Abu Bakr, 24, ditembak di dada saat demonstrasi di ibukota Khartoum, kata komite itu.
Jumlah korban tewas dalam demonstrasi yang telah berlangsung sekitar sebulan telah mencapai 29 orang, kata Amir Muhammed Ibrahim, kepala jaksa penuntut yang ditugaskan menyelidiki demonstrasi.
Amnesty International menyatakan korban tewas mendekati 40.
Sudan telah diguncang demonstrasi rakyat sejak pertengahan Desember.
Demonstran mengecam Presiden Omar al-Bashir yang gagal memperbaiki keterpurukan ekonomi.
Awal bulan ini, al-Bashir - yang berkuasa sejak 1989 - berjanji melakukan reformasi ekonomi secara mendesak di tengah seruan demonstrasi berkelanjutan pihak oposisi.
Sebagai negara berpenduduk 40 juta, Sudan telah berjuang untuk pulih dari kehilangan tiga perempat produksi minyaknya - sumber utama mata uang asing - sejak pemisahan Sudan Selatan pada 2011.
Dilaporkan oleh Husammudin el-Bedevi; Ditulis oleh Jeyhun Aliyev