İqbal Musyaffa
13 Maret 2019•Update: 14 Maret 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Dua maskapai Indonesia pembeli Boeing 737 MAX 8 yakni Lion Group dan Garuda Indonesia menunda pembelian Boeing 737 MAX 8 setelah pesawat jenis tersebut mengalami kecelakaan minggu lalu.
Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan Lion Group memesan 218 pesawat Boeing 737 MAX 8 dan 4 pesawat 737 MAX 9.
Saat ini Lion Group mengoperasikan 10 dari total 11 pesawat Boeing 737 MAX 8 setelah satu pesawat terjatuh pada Oktober lalu. Kemudian Lion Group juga mengoperasikan 1 pesawat Boeing 737 MAX 9 untuk maskapai Thai Lion Air di Thailand.
Daniel menjelaskan saat ini mengikuti instruksi pemerintah untuk menghentikan sementara penerbangan menggunakan pesawat tersebut. Termasuk juga akan menghentikan sementara penerbangan Boeing 737 MAX 9 di Thailand.
“Terkait pemesanan, sejak peristiwa Oktober lalu memang sudah jadi perhatian kami dan kami juga menunggu investigasi dari KNKT,” jelas dia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Daniel menambahkan ada 4 pesawat Boeing MAX yang seharusnya dikirimkan pada April mendatang, namun ditunda sambil menunggu hasil investigasi untuk mencari tahu penyebab kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 Oktober lalu.
Dia menambahkan kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 di Ethiopia secara logika menjadi tambahan pertimbangan dan pertanyaan bagi Lion Group dalam pembelian pesawat jenis tersebut.
“Kami tangguhkan pembelian sampai hasil investigasi selesai sehingga ada jaminan Boeing bisa beroperasi dengan aman,” tegas dia.
Daniel menegaskan saat ini Lion Group memang sedang mengkaji kembali pembelian pesawat Boeing tipe ini. Namun, belum sampai pada tahap pembatalan pembelian.
“Kecelakaan Oktober ditambah di Ethiopia menjadi bahan diskusi kami dengan Boeing. Tim kami di Seattle terus berdiskusi. Terkait switch pesawat, kami belum bisa jawab saat ini,” urai Daniel.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknik Garuda Indonesia I Wayan Susena mengatakan Garuda pada awalnya memesan 50 unit Boeing 737 MAX 8, namun baru 1 pesawat yang sudah datang.
“Seharusnya pengiriman berikutnya pada 2020,” ungkap Wayan.
Wayan menambahkan Garuda terus berkomunikasi dan menjalin hubungan terkait pembelian dengan Boeing sambil menunggu tuntasnya investigasi dari KNKT.
“Jadi, belum ada keputusan apapun. Komunikasi masih terus terjadi,” jelas dia.