Erric Permana
01 Maret 2021•Update: 01 Maret 2021
JAKARTA
Epidemiolog Windhu Purnomo meminta pemerintah fokus dalam meningkatkan jumlah tes dan penelusuran kasus menyusul genap satu tahun pandemi Covid-19 di Indonesia.
Menurut dia, jumlah tes Covid-19 saat ini di Indonesia semakin menurun lantaran pemerintah fokus pada vaksinasi.
Padahal menurut dia, banyak negara yang berhasil dalam mengendalikan pandemi Covid-19 dengan meningkatkan jumlah tes dan penelusuran kasus seperti Australia, India dan Singapura.
"Kalau mau jujur kita ini tidak berhasil menghadapi pandemi tetangga Indonesia," jelas Windhu Purnomo kepada Anadolu Agency melalui sambungan telepon pada Senin.
Dia menyebut vaksinasi akan berhasil jika serentak dilakukan bersamaan dengan peningkatan tes serta penelusuran kasus.
"Tidak perlu strategi baru tapi strategi testing dan tracing difokuskan," tambah dia.
Tingkat tes Covid-19 di India mencapai 15 persen dari total populasi sementara Indonesia kata dia kurang lebih hanya 3 persen.
Dia juga pesimistis herd immunity dengan vaksinasi tidak akan tercapai dalam waktu setahun.
Selain karena masih bergantung bahan baku vaksin dari negara lain, tingkat vaksinasi di Indonesia juga masih rendah kata dia.
"Vaccination rate kita rendah masih 100 ribu per hari kalau mau setahun itu harus 1 juta per hari mungkin saja kalau kita punya vaksin banyak tepat waktu kita kan masih tergantung dari luar," jelas dia.
Kementerian Kesehatan saja kata Windhu memperkirakan herd immunity melalui vaksinasi akan tercapai dalam waktu tiga tahun.
"Kalau vaccination rate hanya berkisar antara 100 ribu sampai 350 ribu per hari, maka herd immunity buatan akibat pemberian vaksinasi baru tercapai antara 3-10 tahun," pungkas dia
Besok, pandemi Covid-19 di Indonesia genap setahun.
Pada 2 Maret 2020 ditemukannya pertama kali kasus Covid-19 di Indonesia.