Ilkay Guder
06 Februari 2018•Update: 06 Februari 2018
Ilkay Guder
VATIKAN
Presiden Turki dalam pertemuannya dengan Paus Fransiskus, pada Senin, membahas dampak negatif akibat keputusan Amerika Serikat mengenai Yerusalem beberapa waktu lalu.
Erdogan menekankan bahwa keputusan tersebut tidak patut diterapkan.
Pertemuan empat mata antara Presiden Recep Tayyip Erdogan dengan Paus Fransiskus di Istana Apostolik di Vatikan berlangsung "sangat bersahabat," menurut sumber kepresidenan.
Selama pertemuan, kedua pemimpin membahas Yerusalem, krisis pengungsi yang sedang berlangsung, dan perkembangan di Timur Tengah, terutama Suriah, serta terorisme, dan hubungan antaragama, kata sumber yang tak ingin disebutkan namanya.
Erdogan dan paus menuntut perlindungan status Yerusalem seperti yang telah ditetapkan oleh resolusi PBB dan hukum internasional.
Paus Fransiskus adalah salah satu pemimpin internasional yang paling menonjol dalam mengkritik keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember lalu, Erdogan mengucapkan terima kasih kepada Paus atas pesannya mengenai masalah ini.
Begitu juga dengan Paus, dia mengungkapkan kekagumannya atas upaya Erdogan mengenai permasalahan Yerusalem serta sikapnya dalam menyambut dan membantu pengungsi.
Erdogan juga membahas tentang usaha dan operasi melawan terorisme yang dilakukan Turki di Suriah kepada Paus.
Upaya bersama melawan xenofobia dan Islamofobia juga dibahas dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menekankan bahwa menyamakan Islam dengan teror adalah salah. Mereka menegaskan, semua aktor harus menghindari ucapan provokatif yang mempromosikan penyamaan palsu seperti itu.
Erdogan mengatakan kepada Paus bahwa Turki menghargai penganut semua agama hidup dalam harmoni dan damai, oleh karena itu pemerintah Turki telah memugarkan 14 gereja dan sebuah sinagog.
Erdogan dan Paus Fransiskus sepakat bahwa langkah bersama diperlukan untuk memobilisasi masyarakat internasional dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas regional, serta tidak diam terhadap krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.
Kedua pemimpin tersebut juga sepakat untuk menjaga hubungan di masa depan.