Burak Karacaoğlu
06 Februari 2018•Update: 06 Februari 2018
Burak Karacaoğlu
IDLIB/ANKARA
Sebuah konvoi Angkatan Bersenjata Turki pada Senin bergerak untuk mendirikan titik pengamatan gencatan senjata keempat di zona de-eskalasi Idlib, Suriah, sesuai kesepakatan Astana.
Menurut koresponden Anadolu Agency di Idlib, konvoi dari Turki tersebut memasuki Idlib pada Senin pagi dan kemudian tiba dengan selamat di wilayah pedesaan di barat Aleppo, yang termasuk dalam zona de-eskalasi.
Dengan pasukan yang dikerahkan, Turki bertujuan untuk membangun titik pengamatan keempat di wilayah tersebut.
Pada hari yang sama, Staf Umum Turki melalui sebuah pernyataan mengatakan, pekerjaan pembangunan titik pengamatan keempat telah dimulai.
Selain itu, peninjauan untuk dua titik pengamatan tambahan juga dinyatakan telah dimulai.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa zona de-eskalasi Idlib dibentuk sebagai bagian dari perundingan Astana, Kazakhstan untuk membangun, mengamati dan memastikan kelanjutan gencatan senjata di Suriah, serta menetapkan kondisi yang sesuai untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan kepada pihak yang membutuhkan, dan untuk memudahkan kembalinya para pengungsi ke rumah.
Dalam perundingan damai di Astana, ibu kota Kazakhstan, Turki, Iran dan Rusia yang merupakan negara penjamin, sepakat untuk menetapkan zona de-eskalasi di Idlib dan di beberapa bagian lain di provinsi Aleppo, Latakia dan Hama.
Pada 12 Oktober 2017, militer Turki mulai memasuki wilayah tersebut untuk mendirikan titik pengamatan guna memantau rezim gencatan senjata di zona de-eskalasi Idlib.
Menurut kesepakatan Astana, Turki diproyeksikan untuk secara bertahap membangun 12 titik pengamatan, dari utara ke selatan Idlib.
Idlib, yang terletak di barat laut Suriah di perbatasan Turki, menghadapi serangan intensif yang diluncurkan oleh rezim Assad setelah sebuah perang saudara yang kejam pecah pada tahun 2011.
Sejak Maret 2015, Idlib tidak lagi berada di bawah kendali rezim Assad dan didominasi oleh kelompok oposisi militer dan organisasi bersenjata anti-rezim.