Hayati Nupus
14 Oktober 2018•Update: 15 Oktober 2018
Ahmet Aytac
KAYSERI, Turkey
Dunia mengucapkan selamat kepada Turki atas kesepakatan Idlib, ujar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Sabtu.
Berbicara dalam pembukaan perayaan di pusat Anatolia, Provinsi Kayseri, Erdogan mengatakan, “Seluruh dunia mengucapkan selamat kepada Turki atas kesuksesan kemanusiaan dan strategi yang kita capai di Idlib Suriah.”
“Turki menyelamatkan puluhan ribu orang dari kematian, jutaan orang dari kesengsaraan, lewat stabilitas yang dipertahankan di Idlib,” ujar dia.
Berdasarkan pertemuan di Sochi bulan lalu antara Erdogan dan rekan Rusianya, Vladimir Putin, kedua negara sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi Idlib.
Ankara dan Moskow juga meneken nota kesepahaman yang menyerukan “stabilisasi” zona de-eskalasi Idlib, di mana aksi agresi secara tegas dilarang.
Atas kesepakatan itu, kelompok oposisi di Idlib akan tetap berada di lokasi sekarang, sementara Rusia dan Turki akan berpatroli bersama di area itu untuk mencegah pertempuran baru.
“Mereka [teroris] mencari peluang untuk menghancurkan negara kita, tapi kita tidak akan memberi kesempatan, ini kehendak Allah,” ujar dia.
“Mereka yang belum diperhitungkan sebagai anggota FETO dan kelompok penghianat seharusnya tidak berpikir bahwa mereka melarikan diri,” tambah Erdogan.
Organisasi teroris Fetullah dan pemimpinnya, Fetullah Gulen, mengatur kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016, yang menewaskan 251 orang dan membuat sekitar 2.200 orang terluka.
Ankara menuduh FETO sebagai dalang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara lewat infiltrasi insitusi Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan.