Muhammad Abdullah Azzam
06 Januari 2020•Update: 07 Januari 2020
Erdoğan Çağatay Zontur
ANKARA
Badan Intelijen Nasional Turki (MIT) memainkan peran penting dalam keberhasilan operasi anti-teroris lintas-batas negara, tutur presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, pada Senin.
"MIT baru-baru ini menghancurkan tempat-tempat yang dianggap sebagai lokasi paling aman oleh kelompok [teroris] melalui operasi di Irak utara terhadap pemimpin kelompok PKK," kata Recep Tayyip Erdogan dalam upacara peresmian markas besar baru MIT di ibu kota Ankara.
Teroris YPG/PKK sering menggunakan Irak utara untuk menyelinap dan merencanakan serangan teroris lintas-perbatasan di Turki.
"Peran intelijen Turki dalam menelusuri kasus pembunuhan [jurnalis Saudi Jamal] Khashoggi sangat luar biasa dan membanggakan negara kami di tingkat internasional," tambah dia.
Khashoggi, kolumnis harian The Washington Post yang tewas di Konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018 dalam sebuah operasi yang sempat ditolak dan ditutup-tutupi oleh otoritas Saudi, menurut laporan penyelidikan internasional.
Intel Turki di Libya
Berkaitan dengan konflik di Libya, Erdogan mengatakan Badan Intelijen Nasional Turki akan bertugas di Libya di tengah bantuan militer Turki kepada Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya; satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.
Parlemen Turki pekan lalu mengesahkan mosi yang memungkinkan pengerahan pasukan ke Libya selama satu tahun untuk mengatasi ancaman dari kelompok bersenjata ilegal dan kelompok teror lain yang menargetkan kepentingan nasional kedua negara.
Perjanjian kedua negara itu mencakup peningkatan kerja sama dalam pertukaran personel, material, peralatan, konsultasi, dan pengalaman antara kedua belah pihak.
Perjanjian tersebut juga menawarkan dukungan Turki untuk pembentukan Pasukan Reaksi Cepat untuk polisi dan militer di Libya, serta peningkatan kerja sama dalam bidang intelijen dan industri pertahanan.
Pada April, pasukan Haftar meluncurkan kampanye militer untuk merebut Tripoli dari GNA yang diakui secara internasional, tetapi sejauh ini terus mengalami kegagalan.
Pada 12 Desember, Haftar mengumumkan bahwa dirinya memerintahkan para pasukannya untuk meluncurkan "pertempuran yang menentukan" perebutan ibu kota Tripoli.
Koordinasi Intelijen, keamanan cyber di Turki
“Turki, berkat operasi sukses yang dilakukan oleh MIT, dapat bergerak di mana saja di dunia, tanpa memerlukan bantuan negara mana pun,” tutur Erdogan.
Menyinggung bahwa Dewan Koordinasi Intelijen Nasional baru kini terbentuk di bawah kordinasi Kepresidenan Turki, Erdogan mengatakan badan ini akan membantu menyelesaikan masalah koordinasi intelijen.
"Kedepannya kami akan memiliki struktur intelijen yang lebih efektif dalam intelijen teknis dan cyber, yang melakukan lebih banyak kegiatan rahasia di luar negeri," tambah dia.
“Jelas bahwa ancaman terhadap negara kami akan berlanjut di masa depan dan juga hari ini, baik di dalam maupun di luar perbatasan kita. Kita harus mengembangkan intelijen kita yang linier dan juga bidang-bidang yang lain,” kata Erdogan.
"Di era ketika internet digunakan secara efektif oleh teroris dan mata-mata, intelijen Turki pasti akan lebih fokus pada dunia maya," tukas dia.