Muhammad Abdullah Azzam
07 Januari 2020•Update: 08 Januari 2020
Enes Canli
TRIPOLI
Pemimpin pasukan Libya timur, Khalifa Haftar berdalih tidak melakukan serangan ke asrama sekolah militer di Tripoli yang menewaskan 30 orang.
Ahmad al-Mismari, juru bicara pasukan jenderal Khalifa Haftar di Libya, mengatakan bahwa serangan terhadap sekolah militer di Tripoli dilakukan oleh organisasi teroris "Daesh"/ISIS.
"Organisasi teroris seperti Daesh, Al Qaeda, dan Ikhwanul Muslimin tak dapat mentolerir pasukan keamanan profesional untuk melindungi perbatasan negaranya. Oleh karena itu mereka menyerang sekolah militer di ibu kota," kata al-Mismari beralibi.
Di sisi lain, Khalid al-Mahjub, seorang pejabat pasukan Haftar, yang berbicara kepada televisi lokal pada malam serangan itu, mengklaim bahwa “milisi bersenjata sedang dilatih di sekolah itu dan tidak ada siswa militer di sana”.
Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Tripoli pada Senin ini mengatakan bahwa serangan tersebut "dilancarkan oleh pasukan yang dipimpin oleh Haftar”.
Sebanyak 30 orang tewas dan 33 lainnya terluka akibat serangan drone yang dilancarkan oleh pasukan Khalifa Haftar terhadap sebuah sekolah militer di ibu kota Tripoli pada Sabtu.
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui oleh internasional mengungkapkan serangan terhadap sekolah militer itu digelar dengan menggunakan peralatan militer UAV Wingloon II buatan China, milik sekutu Haftar, yakni Uni Emirat Arab..