Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 September 2020•Update: 07 September 2020
Faruk Zorlu
ANKARA
Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan prioritas Turki adalah untuk memastikan stabilitas di Libya dengan melindungi kesatuan politik dan integritas teritorialnya.
Erdogan bertemu Perdana Menteri Libya Fayez al-Sarraj di Istanbul pada Minggu untuk membahas perkembangan di Libya, hubungan bilateral dan masalah regional.
Menurut pernyataan Direktorat Komunikasi Turki, dalam pertemuan tersebut, Erdogan menggarisbawahi bahwa Turki dan Libya akan terus berada dalam solidaritas.
Presiden Turki menekankan bahwa perdamaian dan ketenangan yang ingin dicapai Libya akan menguntungkan seluruh kawasan, terutama negara tetangga dan Eropa.
Erdogan mengatakan komunitas internasional juga harus mengambil sikap berprinsip dalam hal ini.
Pertemuan yang berlangsung dua setengah jam itu membahas langkah-langkah untuk melindungi hak-hak Turki dan Libya di Mediterania Timur dan syarat-syarat untuk memperkuat kerja sama berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani antara kedua negara .
Pada 27 November 2019, Ankara dan Tripoli menandatangani dua nota kesepahaman, satu tentang kerja sama militer dan yang satu lagi tentang perbatasan laut negara-negara di Mediterania Timur.
Berdasarkan kesepakatan itu, Turki telah mengirim penasihat untuk membantu tentara Libya mengalahkan milisi panglima perang Khalifa Haftar.
Pemerintah Libya, yang dibentuk pada 2015 setelah penggulingan Muammar Khaddafi pada 2011, telah menghadapi sejumlah tantangan, termasuk serangan oleh panglima perang Khalifa Haftar.
Dalam beberapa bulan terakhir, Libya telah membalikkan keadaan dalam perlawanan terhadap pasukan Haftar.
Turki mendukung pemerintah yang berbasis di Ibu Kota Tripoli dan resolusi non-militer atas krisis tersebut.