ANKARA
Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di Turki Omer Celik pada Senin menegaskan kembali dukungan negaranya untuk perdamaian, stabilitas, persatuan, dan integritas wilayah Kazakhstan di tengah kerusuhan yang sedang berlangsung di negara itu.
“Warga Turki akan selalu mendukung teman dan saudaranya di Kazakhstan dalam segala keadaan,” kata Celik selama pertemuan Dewan Eksekutif Pusat Partai AK yang diketuai oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Pertemuan itu berlangsung tertutup di markas partai selama tiga setengah jam.
Menyoroti Turki dan Kazakhstan memiliki hubungan yang mengakar sejak lama, Celik mengatakan Turki secara dekat mengikuti situasi di Kazakhstan.
Memuji hubungan "produktif dan ekstensif" antara kedua negara, Celik mengatakan pembentukan Organisasi Negara-negara Turki adalah langkah yang sangat berharga untuk meningkatkan hubungan antara negara-negara berbahasa Turki.
Setelah harga gas di Kazakhstan naik berlipat ganda yang memicu protes pada 2 Januari, Presiden Kassym-Jomart Tokayev mengumumkan keadaan darurat di Almaty dan Mangystau dan kemudian memperluasnya secara nasional.
Dia kemudian meminta bantuan aliansi militer yang berbasis di Rusia untuk mengirim pasukan guna memadamkan kerusuhan.
- Kecaman pada permukiman ilegal Israel
Celik juga mengutuk persetujuan Israel atas rencana baru untuk membangun lebih dari 3.500 unit permukiman ilegal baru di Yerusalem Timur yang diduduki.
Menggarisbawahi langkah-langkah “radikal” Israel baru-baru ini merusak perspektif dua negara, Celik mengatakan mereka juga mencegah munculnya negara Palestina yang merdeka.
Celik meminta PBB untuk mengambil tindakan terhadap aktivitas pemukiman ilegal Israel yang sedang berlangsung di wilayah Palestina dan mendesak badan dunia untuk mengambil tindakan hukum untuk mencegah tindakan ilegal tersebut.
Pernyataan Celik itu muncul setelah persetujuan dari lima rencana pemukiman yang berisi 3.557 unit permukiman baru di Yerusalem Timur oleh komite perencanaan lokal Israel pekan lalu.
Israel dalam beberapa tahun terakhir mengintensifkan kegiatan pembangunan perumahan Yahudi di Yerusalem Timur.
Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dianggap sebagai wilayah pendudukan di bawah hukum internasional, sehingga semua pemukiman Yahudi di sana ilegal.