Hayati Nupus
11 April 2018•Update: 11 April 2018
Ovunc Kutlu
NEW YORK
Saham Facebook membukukan persentase kenaikan harian terbesar dalam dua tahun, Selasa, naik 4,5 persen, setelah co-founder dan CEO Mark Zuckerberg bersaksi di hadapan komite Senat.
The social media network mengatakan harga saham Facebook mencapai level tertinggi dengan angka USD 195,32 per saham pada 1 Februari, tetapi sejak itu turun tajam, terutama sejak adanya laporan kebocoran data terbesar dalam sejarah perusahaan pada pertengahan Maret.
Sepanjang 1 Februari hingga Jumat lalu, saham Facebook turun 18,6 persen, sementara kapitalisasi pasar perusahaan turun menjadi USD 454 miliar, dari USD 558 miliar. Ini menandai kerugian USD 104 miliar, menurut data yang dikumpulkan Anadolu Agency.
Setelah saham ditutup pada Senin di angka USD 157,93, saham kembali naik menjadi USD 165,94 setelah Zuckerberg memulai kesaksiannya dan ditutup pada Selasa di USD 164,04.
Nilai saham Facebook melonjak 4,5 persen pada Selasa, persentase kenaikan harian terbesar dalam nilai saham sejak 28 April 2016, ketika saham melonjak 7,2 persen setelah laba kuartal pertama perusahaan mengalahkan ekspektasi pasar.
Pada penutupan Selasa, kapitalisasi pasar Facebook naik menjadi USD 477 miliar. Zuckerberg melihat kekayaan bersihnya naik USD 2,8 miliar, atau 4,4 persen, menjadi USD 66 miliar dari hari sebelumnya, menurut peringkat real-time World Billionaires majalah Forbes.
Pakar mengatakan Zuckerberg sukses mengakui kesalahannya atas kegagalan Facebook untuk mencegah 87 juta informasi pribadi penggunanya digunakan tanpa persetujuan oleh Cambridge Analytica selama kampanye politik Inggris dan Amerika.
Pada sidang Senat, Zuckerberg juga memberikan informasi rinci tentang cara mencegah kebocoran data di masa mendatang, mendorong investor untuk mendapatkan kembali kepercayaan di Facebook, kata para analis.
Zuckerberg akan bertemu Dewan Perwakilan AS pada Rabu pukul 10.00 waktu setempat.