Chandni
19 Maret 2018•Update: 20 Maret 2018
Muhammad Mussa
LONDON
Seorang pejabat Inggris menuduh Facebook dan perusahaan riset data Cambridge Analytica sengaja menimbulkan kebingungan antara anggota parlemen lewat testimoni mereka menyusul terungkapnya kebocoran data.
Damien Collins, kepala Komite Digital, Budaya, Media dan Olahraga Inggris sekarang menuntut agar pendiri Facebook Mark Zuckerberg menghadap kepada dewan tersebut.
"Saya akan menyurati Mark Zuckerberg meminta agar dia, atau seorang eksekutif senior dari perusahaannya, datang untuk menjelaskan bukti di hadapan komite ini terkait investigasi kami," kata Collins melalui sebuah pernyataan.
"Kami tidak bisa menerima tindakan mereka yang mengirim saksi-saksi yang menghindari menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit dengan mengatakan tidak tahu jawabannya. Langkah itu menipu kami karena menampilkan kebijakan Facebook secara positif," lanjutnya.
Sebelumnya, seorang mantan staf Cambridge Analytica Chris Wylie mengatakan perusahaan itu menyusupi sebanyak 50 juta akun Facebook dengan tujuan mempengaruhi opini politik di AS dan Inggris.
Dia menjelaskan bagaiman Cambridge Analytica mengakses informasi pribadi dari akun-akun itu, termasuk perbincangan pribadi, unggahan status, dan "likes".
Facebook membantah klaim adanya penyusupan seperti itu, namun menutup akses Cambridge Analytica dari semua platform mereka.
"Klaim kebocoran data ini sangat palsu. Pengguna secara sukarela memberikan informasi pribadi, tidak ada penyusupan, dan tidak ada pencurian atau peretasan terhadap kata kunci atau informasi sensitif," kata Facebook lewat pernyataan mereka.
"Kami menutup akses Facebook untuk perusahaan Strategic Communication Laboratories (SCL), termasuk perusahaan analisis data politik mereka, Cambridge Analytica," tambah mereka.
Cambridge Analytica juga menolak klaim bahwa mereka menarik data-data pribadi dari Facebook dan mengatakan semua tindakan mereka dilakukan sesuai dengan standar dan kebijakan Facebook.
"Divisi komersial dan politik Cambridge Analytica menggunakan platform-platform media sosial untuk kegiatan pemasaran dan memberikan konten kreatif kepada pemirsa. Kami tidak menggunakan atau menyimpan data dari profil-profil Facebok," jelas mereka.