Rhany Chairunissa Rufinaldo
08 Desember 2019•Update: 08 Desember 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
FBI pada Sabtu malam secara resmi mengidentifikasi penembak yang membunuh tiga pelaut di Stasiun Udara Angkatan Laut (NAS), negara bagian Florida, Amerika Serikat.
"Penembak NAS Pensacola diidentifikasi sebagai warga negara Saudi Mohammed Alshamrani," kata kantor Biro Jacksonville melalui Twitter.
Penembak itu juga melukai delapan lainnya sebelum ditembak oleh para deputi dan tewas di Pensacola, Jumat.
Situs web berita Hill melaporkan bahwa Alshamrani, 21, adalah Letnan dua di Royal Saudi Air Force yang juga merupakan siswa perwira penerbangan angkatan laut diKomando Sekolah Penerbangan Angkatan Laut.
FBI mengatakan tidak melihat adanya ancaman terhadap komunitas Pensacola saat ini.
Selain itu, Angkatan Laut mengidentifikasi nama-nama siswa pelaut yang meninggal dunia dalam penembakan itu.
Tiga pelaut yang tewas dalam penembakan itu diidentifikasi sebagai Ensign Joshua Kaleb Watson, 23, dari Alabama; Airman Mohammed Sameh Haitham, 19, dari Florida dan Airman Apprentice Cameron Scott Walters, 21, dari Georgia.
"Akan ada banyak pertanyaan tentang individu ini karena dia warga negara asing, menjadi bagian dari angkatan udara Saudi dan kemudian berada di sini berlatih di tanah kami," kata Gubernur Florida Ron DeSantis pada konferensi pers Jumat.
Tak lama setelah penembakan itu, anggota Kongres dari Florida, Matt Gaetz, mengatakan insiden tersebut menunjukkan kegagalan serius dalam proses pemeriksaan dan cara AS mengundang peserta pelatihan ke komunitasnya.
"Saya bekerja sama dengan Departemen Pertahanan, Departemen Luar Negeri, dan Keamanan Dalam Negeri untuk memastikan ada pemeriksaan ekstrem bagi orang-orang yang datang ke negara kami dan berlatih di pangkalan kami," kata Gaetz melalui Twitter.
"Ini bukan pembunuhan. Ini tindakan terorisme," tambah dia.
Menteri Pertahanan Mark Esper sebelumnya mengatakan bahwa dia tidak akan menyebut penembakan itu sebagai aksi terorisme.
"Saya tidak bisa mengatakan itu terorisme saat ini," ujar Esper pada Forum Pertahanan Nasional Ronald Reagan di California.