Chandni
10 Januari 2018•Update: 10 Januari 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
AS mengatakan belum akan mengirim kembali staf diplomatik yang ditarik dari Kuba menyusul sejumlah insiden yang diyakini Washington adalah serangan terhadap mereka, kata seorang diplomat AS pada Selasa.
"Saya seperti sengaja mengembalikan mereka ke situasi berbahaya. Bagaimana saya bisa melakukan itu bila tidak bisa melindungi mereka?" tanya Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press. "Saya akan menentang siapapun yang memaksa saya melakukan itu."
"Saya masih yakin pemerintah Kuba bisa mengakhiri masalah ini," lanjut Tillerson.
Washington tidak menuduh Kuba secara terbuka atas insiden penyakit yang dialami staf kedutaan mereka, namun mengatakan Havana seharusnya bisa menghentikan itu. Sementara itu, Kuba mengatakan tidak tahu-menahu dan sudah membuka penyelidikan untuk mendalami peristiwa penyakit misterius itu.
Pernyataan ini datang menyusul laporan oleh FBI yang sudah menyelidiki kasus "serangan sonik" selama beberapa bulan. Serangan itu dikatakan menimbulkan penyakit di kalangan staf diplomatik AS dan agen-agen CIA di Kuba. Namun FBI tidak menemukan bukti untuk mendukung adanya gelombang suara yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan, pendengaran dan pengelihatan, menurut AP yang sudah membaca laporan itu sebelum rilis.
FBI masih akan terus melanjutkan penyelidikan mereka.
Penjelasan lain yang diangkat pejabat-pejabat Kementerian Luar Negeri AS pada Selasa adalah mengenai kemungkinan adanya virus yang sengaja digunakan terhadap staf kedutaan Amerika. Pejabat Todd Brown mengatakan kepada anggota parlemen dia sudah "melihat kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa terjadi" selain serangan akustik, namun dia tidak memberikan bukti untuk mendukung teori virusnya itu.
Washington juga belum menunjukkan bukti akan terjadinya dugaan serangan itu dan Kuba bahkan menepis adanya serangan apapun.
Tillerson mengatakan kepada AP dia "tidak yakin" dugaan serangan itu sudah berakhir. Dia harus membentuk dewan untuk merundingkan siapa yang bertanggung jawab atas penyakit misterius itu.