Ekip
10 Mei 2018•Update: 11 Mei 2018
ZAMBOANGA CITY, Filipina
Filipina dan Kuwait diperkirakan akan menandatangani nota kesepahaman (MOA) untuk melindungi pekerja Filipina di Kuwait, kata juru bicara kepresidenan Harry Roque kepada media setempat pada Rabu.
Roque dan Sekretaris Buruh Silvestre Bello III termasuk di antara delegasi Filipina yang terbang ke Kuwait untuk bertemu dengan pejabat Kementerian Dalam Negeri Kuwait untuk mulai normalisasi hubungan antara kedua negara.
"Penandatanganan MOA diharapkan pada 11 Mei," kata Roque.
"Kuwait mengerti nilai orang Filipina di Kuwait. MOA ini diperkirakan akan ditandatangani dan disepakati setelah pertemuan," tambahnya.
Kesepakatan itu mencakup pembentukan unit polisi khusus yang berkoordinasi dengan Kedutaan Filipina untuk menangani keluhan pekerja Filipina serta nomor hotline yang dapat dihubungi untuk meminta bantuan.
Dia juga mengatakan kesepakatan itu meminta agar pekerja Filipina di Kuwait diberikan setidaknya satu hari libur setiap pekan, makanan yang layak dan tempat tidur, melarang penyitaan ponsel oleh majikan dan memastikan paspor mereka disimpan di Kedutaan Filipina bukannya dengan majikan.
Roque mengatakan pemerintah Kuwait setuju membebaskan empat pengemudi Filipina dari Kedutaan Besar Filipina, yang ditahan setelah misi penyelamatan kontroversial beberapa pekerja Filipina yang dianiaya di Kuwait.
Kuwait sudah setuju mengizinkan lebih dari 500 pekerja tanpa berdokumen pulang ke rumah masing-masing dengan biaya pemerintah Kuwait, sementara sekitar 150 pekerja akan bergabung dengan delegasi Filipina untuk kembali ke Manila pada Jumat.
Perselisihan diplomatik antara Filipina dan Kuwait merebak setelah serangkaian kematian pekerja Filipina di Kuwait, diikuti dengan peluncuran video misi penyelamatan oleh Kedutaan Filipina. Pemerintah Kuwait menganggap itu sebagai pelanggaran kedaulatan.
Penandatanganan MOA akan menguntungkan sekitar 260ribu pekerja Filipina di Kuwait.