01 Agustus 2017•Update: 01 Agustus 2017
Roy Ramos
KOTA ZAMBOANGA, FILIPINA
Filipina menjadi negara dengan pertumbuhan kasus HIV tercepat di wilayah Asia-Pasifik.
Data tersebut menurut Menteri Kesehatan Filipina Paulyn Ubial yang berbicara dalam konferensi pers pada Selasa, yang mengutip laporan lembaga PBB UNAIDS.
Menurut laporan itu, kasus HIV di Filipina naik dari 4.300 pada 2010 menjadi 10.500 pada 2016.
“Filipina…menjadi 1 dari 8 negara yang menyumbang lebih dari 85% kasus infeksi HIV baru di wilayah ini,” kata media Rappler mengutip Ubial.
Ubial juga mengatakan 85% dari kasus baru itu menyangkut pria yang berhubungan seks dengan pria; dan 2 dari 3 infeksi baru menjangkit kelompok usia 15 hingga 24 tahun.
Kementerian kesehatan Filipina menyampaikan kekhawatiran HIV mengancam generasi muda Filipina yang tidak memiliki informasi mengenai penyakit itu, gejala-gejalanya, pengobatannya dan penularannya.
Ubial menekan pentingnya melakukan tes HIV dan pengobatan yang dibutuhkan.
Dr. Rossana Ditangco, kepala Kelompok Riset AIDS di Institut Riset Kedokteran Tropis, mengatakan sudah saatnya pemerintah mengkampanyekan “perawatan bagi semua”.
“Saya tidak lagi memiliki harapan tinggi. Kita tidak dapat mengendalikan kenaikan pesat jumlah infeksi HIV,” katanya. “Sekarang waktunya pemerintah menganggap HIV keadaan darurat nasional.
Hampir 1.100 kasus HIV di Filipina dilaporkan pada Mei menurut pendaftaran HIV//AIDS dan ART, yang menjadikannya jumlah terbanyak sejak kasus pertama dicatat di Filipina pada 1984.