Rhany Chairunissa Rufinaldo
01 Juli 2019•Update: 01 Juli 2019
Serife Cetin
BRUSSELS
Finlandia untuk ketiga kalinya mengambil alih kantor kepresidenan Uni Eropa, yang dimulai pada Senin dan akan berlangsung hingga akhir 2019.
Setiap enam bulan, kepresidenan dewan digilir di antara negara-negara anggota UE.
"Kepresidenan bertanggung jawab untuk memajukan pekerjaan Dewan tentang undang-undang Uni Eropa dan inisiatif kebijakan di Dewan dan untuk memastikan kelangsungan agenda Uni Eropa," kata Komisi Eropa pada Minggu.
Finlandia, yang mengambil alih jabatan dari Rumania, diperkirakan akan lebih fokus pada Brexit, situasi di Balkan Barat, serta pengangkatan kepala lembaga-lembaga terkemuka Uni Eropa.
"Prioritas kepresidenan Finlandia adalah untuk memperkuat nilai-nilai umum dan aturan hukum, untuk membuat Uni Eropa lebih kompetitif dan inklusif secara sosial, untuk memperkuat posisi UE sebagai pemimpin global dalam aksi iklim dan untuk melindungi keamanan warga secara komprehensif," tambah komisi.
Kroasia akan menjadi presiden Uni Eropa selanjutnya pada awal 2020.