Pizaro Gozali İdrus
08 Oktober 2018•Update: 09 Oktober 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Front Pembebasan Islam Moro (MILF) tidak akan berpartisipasi dalam pemilihan umum di Filipina pada Mei 2019, ujar pemimpin MILF Murad Ibrahim.
MILF membentuk partai Keadilan Bangsamoro Bersatu (UJBP) pada 2014 untuk mengikuti Pemilu di wilayah Bangsamoro. Partai tersebut kemudian didaftarkan ke Komisi Pemilihan pada tahun 2015.
Murad menegaskan MILF akan lebih fokus dalam upaya kampanye ratifikasi UU Organik Bangsamoro (BOL) melalui plebisit pada 21 Januari 2019 mendatang.
Murad menegaskan partainya akan netral dalam pemilu 2019.
"Itu adalah perhatian utama kami untuk saat ini. Kami memulai dialog yang ditujukan untuk menyadarkan orang-orang tentang manfaat Undang-Undang Organik Bangsamoro," kata Murad seperti dilansir Philippine Star pada Senin.
KPU Filipina akan menyelenggarakan Plebisit untuk menentukan apakah 39 desa di Cotabato Utara, enam kota madya di Lanao del Norte, dan kota Cotabato di Maguindanao dan Isabela di Basilan akan dimasukkan dalam wilayah Bangsamoro yang diusulkan.
Jika masyarakat setuju, maka Filipina akan memulai sejarah baru dengan penerapan otonomi khusus pada basis Muslim di wilayah Selatan.
Jenderal Militer Filipina Carlito Galvez Jr. mengaku akan melakukan kampanye untuk BOL setelah pensiun dari Angkatan Darat pada Desember mendatang.
"Setelah saya menggantung seragam saya, saya bisa dengan bebas berkampanye untuk 'ya' memilih BOL," kata Galvez saat bertemu dengan Murad Ibrahim.
Galvez pertama kali terlibat dalam proses perdamaian sebagai ketua Komite Koordinasi Penghentian Permusuhan saat masih menjadi kolonel.
Galvez pertama kali terlibat dalam proses perdamaian sebagai ketua Komite Koordinasi pemerintah pada Penghentian Permusuhan sementara masih seorang kolonel.
Komite ini memberlakukan gencatan senjata bilateral 1997 yang dimaksudkan untuk mencegah permusuhan antara negara dan pasukan pemberontak saat perundingan Mindanao sedang berlangsung.