Anees Barghouti
23 Mei 2018•Update: 24 Mei 2018
Anees Barghouti
YERUSALEM
Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel David Friedman memicu kemarahan orang-orang Palestina setelah difoto dengan membawa gambar Haram al-Sharif di mana Kuil Yahudi ditumpangkan di atas masjid Al-Aqsha.
Gambar itu awalnya dunggah oleh sebuah organisasi non-pemerintah Israel yang dikunjungi oleh Friedman pada hari Selasa. Usai kunjungan tersebut, foto mulai beredar di media sosial.
Saeb Erekat, sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), dalam sebuah pernyataan mengatakan senyuman di wajah duta besar saat menerima gambar itu sudah sangat menjelaskan.
"Berapa lama tindakan tercela AS tetap terjadi tanpa direspons oleh negara-negara Arab dan Islam tentang berharganya Masjid Al-Aqsa dan kebesaran Haram al-Sharif?" kata Erekat.
"Mereka menyerang Kiblat pertama dalam Islam dan mengubah konflik negara menjadi konflik agama," tambahnya.
Kedutaan Besar AS menanggapi kritik warga Palestina dengan menyebut duta besar mereka tidak mengetahui isi dari gambar tersebut.
"Duta Besar Friedman tidak menyadari gambar yang disorongkan di depannya ketika foto itu diambil," kata pernyataan itu.
"Kebijakan AS benar-benar jelas: kami mendukung status quo di Haram al-Sharif atau Temple Mount," tambah pernyataan tersebut.
Pada 6 Desember, Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan merelokasi kedutaan AS dari Tel Aviv ke kota suci Yerusalem.
Pergeseran dalam kebijakan AS yang lama di Yerusalem memicu demonstrasi penuh amarah di wilayah Palestina dan di beberapa negara Muslim.
Protes terbaru di Jalur Gaza menyebabkan 65 orang Palestina menjadi martir dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan Israel.
Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Israel-Palestina, dengan Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur - yang sekarang diduduki oleh Israel - akhirnya akan dapat menjadi ibu kota negara Palestina yang merdeka.