Maria Elisa Hospita
06 Desember 2019•Update: 06 Desember 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Gedung Putih minta Senator dari Partai Republik Kevin Cramer untuk membatalkan pemungutan suara tentang resolusi yang akan mengakui Peristiwa 1915 sebagai "genosida".
"Ini bukan waktu yang tepat untuk meloloskan resolusi itu," ujar Cramer pada Kamis, seperti dilansir oleh situs berita Axios.
Senator itu diduga mengutip hasil pertemuan Presiden Donald Trump dengan rekan sejawatnya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan, saat KTT NATO di London baru-baru ini.
Menurut Cramer, resolusi itu dapat membahayakan diplomatik pemerintahan Trump.
Ini adalah ketiga kalinya Gedung Putih meminta anggota parlemen membatalkan pemungutan suara tersebut.
Bulan lalu, Senator Republik Lindsey Graham menyatakan keberatan untuk mengesahkan resolusi itu setelah Senator Demokrat Robert Menendez meminta persetujuan untuk mengesahkannya.
Pada 29 Oktober, yang bertepatan dengan peringatan Hari Republik Turki, Dewan Perwakilan Rakyat AS memilih mendukung resolusi itu (405-11), yang mengakui pembunuhan warga Armenia di bawah Kekaisaran Ottoman pada 1915.
Turki meyakini bahwa kematian orang-orang Armenia di Anatolia Timur pada 1915 terjadi ketika beberapa dari mereka bergabung dengan Rusia untuk memberontak pasukan Ottoman.
Turki keberatan dengan tudingan genosida, karena banyak korban jiwa dari kedua belah pihak berjatuhan selama Perang Dunia I.
Ankara telah berulang kali mengusulkan pembentukan komisi gabungan dari sejarawan Turki dan Armenia serta pakar internasional untuk mengakhiri perdebatan ini.