Maria Elisa Hospita
09 Oktober 2019•Update: 10 Oktober 2019
James Reinl
NEW YORK
Gedung Putih mengirimkan surat ke Partai Demokrat pada Selasa yang memberitahukan bahwa mereka tidak akan bekerja sama dalam penyelidikan terkait persekongkolan Donald Trump dengan Ukraina karena itu "tidak sah".
Surat delapan halaman yang ditujukan kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi dan pejabat Demokrat lainnya itu menyebut penyelidikan tersebut tidak memiliki dasar dalam Konstitusi AS dan merupakan penghinaan terhadap proses hukum.
"Presiden tidak melakukan kesalahan, dan Demokrat tahu itu," tegas Stephanie Grisham, sekretaris pers di Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.
"Proses persidangan ini merupakan penghinaan terhadap Konstitusi karena mereka menolak hak presiden untuk memanggil saksi, memiliki akses ke bukti, dan banyak hak dasar lainnya," tambah dia.
Dalam surat itu, yang ditulis oleh pengacara Trump, Pat Cipollone, menuding Demokrat berupaya "menganulir" hasil pemilihan umum 2016 sekaligus menggagalkan peluang Trump untuk terpilih kembali tahun depan.
Anggota parlemen meluncurkan penyelidikan pemakzulan terhadap Trump pada 24 September menyusul klaim seorang pelapor bahwa presiden berupaya menekan Ukraina untuk ikut campur dalam pemilihan presiden AS 2020.
Lewat panggilan telepon 25 Juli, Trump diduga meminta bantuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk meluncurkan penyelidikan terhadap rival politiknya, Joe Biden, dan putranya, Hunter yang diduga tersangkut kasus korupsi.