Astudestra Ajengrastrı
22 Mei 2018•Update: 22 Mei 2018
Hakan Copur
WASHINGTON
Gina Haspel, 61 tahun, kandidat kontroversial yang dinominasikan Presiden AS Donald Trump sebagai direktur Central Intelligence Agency (CIA) pekan lalu telah disetujui Senat dan mengambil sumpah sebagai direktur wanita pertama agensi intelijen AS ini.
Selain Trump, Wakil Presiden Mike Pence dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menghadiri upacara pengambilan sumpah Haspel di kantor CIA.
Nama Haspel sempat dikait-kaitkan dengan penyiksaan tawanan AS setelah tragedi serangan 11 September.
Pujian dari Trump
Trump, dalam pidato di acara pengambilan sumpah ini berkata, "Tidak ada seorang pun di negara ini yang lebih ortodoks dari Anda, selamat Gina."
Setelah serangan 11 September, kata Trump, Haspel memburu al-Qaeda dan berujar bahwa dia "memiliki banyak kesuksesan dalam memerangi organisasi teroris". Trump juga menyatakan bahwa keberadaan Haspel sebagai direktur wanita pertama CIA adalah bagian sejarah yang penting.
Dalam pernyataannya yang singkat, Haspel mengucapkan terima kasih kepada jajaran pejabat CIA sebelumnya dan berkata bahwa dia akan menggunakan pengalaman panjangnya di CIA untuk memimpin organisasi tersebut.
Masa jabatan Haspel resmi dimulai setelah pengambilan sumpah, sekaligus mencatatkan rekor sebagai direktur wanita yang pertama memimpin CIA dalam sejarah agensi tersebut.
Haspel menerima 54 suara persetujuan dan 45 tidak setuju dalam voting yang dilakukan di Senat AS pada Kamis, 17 Mei.
Menghapus catatan penyiksaan
Haspel, yang dinominasikan oleh Trump setelah menarik Mike Pompeo menjadi Menteri Luar Negeri, diketahui pernah tersangkut kasus penghilangan barang bukti dari penyiksaan tahanan AS di Thailand, penjara AS pertama di luar negeri, ketika dia bertugas sebagai supervisor.
Di bawah pengawasan Haspel, warga negara Arab Saudi, Abu Zubeyde dan Abdulrahim al-Nasiri, dibawa ke penjara khusus untuk warga negara non-AS di Thailand dan disiksa selama bertahun-tahun.
Haspel ditengarai memainkan peran penting dalam penyiksaan ini, kontroversi berlanjut ketika barang bukti berupa video penyiksaan tersebut hilang.
Haspel bergabung dengan CIA pada 1985 dan ditunjuk sebagai jajaran direktur pada Februari lalu.