Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 Agustus 2020•Update: 19 Agustus 2020
Mucahit Aydemir
TRIPOLI
Panglima perang yang berbasis di Libya Timur, Khalifa Haftar, pada Selasa mencabut blokade produksi minyak di negara itu setelah beberapa bulan.
“Haftar memberi perintah untuk membuka kembali pelabuhan dan fasilitas untuk mengakhiri masalah yang dialami oleh Libya di banyak bidang kehidupan dan untuk melindungi infrastruktur fasilitas produksi dan ekspor minyak,” kata Pengawal Fasilitas Perminyakan Libya Naji al-Maghribi.
Produksi minyak hampir terhenti di Libya setelah kelompok pro-Haftar menutup fasilitas minyak di bagian timur negara itu pada Januari untuk memeras sumber daya pemerintah Libya yang diakui PBB.
Libya dengan cadangan minyak terbesar di Afrika bisa menghasilkan 1,2 juta barel minyak mentah per hari.
Namun, produksi turun di bawah 100.000 barel per hari karena gangguan oleh milisi pro-Haftar selama tujuh bulan terakhir.
Pemerintah Libya, yang dibentuk pada 2015 setelah penggulingan Muammar Khaddafi pada 2011, telah menghadapi sejumlah tantangan, termasuk serangan oleh panglima perang Khalifa Haftar.
Dalam beberapa bulan terakhir, Libya telah membalikkan keadaan dalam perlawanan terhadap pasukan Haftar.