Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 November 2018•Update: 03 November 2018
Mohamed Majid
GAZA, Palestina
Gerakan perlawanan Palestina Hamas telah meminta Presiden terpilih Brazil Jair Bolsonaro membatalkan keputusannya untuk merelokasi kedutaan Brazil di Israel ke Yerusalem.
"Kami menolak keputusan presiden terpilih Brazil untuk merelokasi kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem," kata pemimpin Hamas Sami Abu Zuhri yang dalam cuitannya di Twitter, Jumat.
Dia menggambarkan keputusan pemimpin Brazil itu sebagai penghinaan terhadap rakyat Palestina, negara Arab dan Muslim.
Bolsonaro mengumumkan niatnya untuk merelokasi kedutaan negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Kamis setelah dia secara resmi menduduki jabatan kepresidenan.
Presiden AS Donald Trump memicu kecaman dunia pada Desember lalu setelah dia mengumumkan rencana untuk memindahkan kedutaan AS di Israel ke Yerusalem dan mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel.
Sejak itu, kepemimpinan Palestina di Ramallah telah menolak keterlibatan AS dalam proses perdamaian Timur Tengah yang hampir mati.
Yerusalem masih berada di poros konflik Timur Tengah, karena Palestina mengharapkan Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina merdeka.