Rhany Chairunissa Rufinaldo
27 Juli 2019•Update: 27 Juli 2019
Hamdi Yildiz
GAZA, Palestina
Kelompok perlawanan Hamas memuji China atas sikapnya terhadap pembongkaran rumah-rumah Palestina oleh Israel di Yerusalem.
Dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis pada Sabtu, Hamas mengatakan Beijing sekali lagi menunjukkan komitmennya terhadap perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Kelompok itu meminta pemerintah China dan organisasi-organisasi internasional terkemuka untuk memainkan peran yang lebih kuat di PBB sehingga pendudukan Israel bisa berakhir.
Wu Haitao, perwakilan tetap China di PBB, pada 23 Juli menyerukan penghentian segera pembongkaran di wilayah Sur Baher dan mengkritik kekerasan terhadap warga sipil.
Pada Senin dini hari, sejumlah buldoser disertai ratusan tentara Israel bergerak ke area Wadi Homs di Yerusalem Timur dan mulai meratakan beberapa bangunan di daerah itu.
Pihak berwenang Israel mengklaim bangunan itu dibangun tanpa izin dan menimbulkan risiko keamanan bagi angkatan bersenjata Israel yang beroperasi di sepanjang perbatasan Tepi Barat.
Israel menduduki Yerusalem Timur, lokasi Masjid Al-Aqsa, selama Perang Arab-Israel 1967.
Dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional, Israel mencaplok seluruh kota pada 1980, mengklaimnya sebagai ibu kota negara abadi dan tidak terbagi.