Muhammad Abdullah Azzam
23 Maret 2018•Update: 23 Maret 2018
Mohammad Murad Ahmad Abed, Safiye Karabacak
GAZA
Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah mengatakan bahwa pemilihan waktu serangan terhadap konvoi Perdana Menteri Palestina Rami al-Hamdallah di Gaza memiliki tujuan politik yang berbahaya.
Dalam upacara pemakaman dua petugas keamanan yang tewas saat melakukan operasi penangkapan pelaku penyerangan bom tersebut, Haniyah mengatakan serangan tersebut bertepatan dengan upaya Amerika Serikat (AS) yang ingin mengakhiri perjuangan Palestina yang dikenal dengan sebutan "Kesepakatan Abad Ini".
Serangan tersebut, kata Haniyah, juga merupakan upaya untuk menggagalkan rekonsiliasi Dewan Nasional yang mewakili semua warga Palestina.
Haniyah mengatakan, pilihan waktu dalam serangan yang bertepatan pada waktu-waktu sekarang ini, tidak lain hanya bertujuan untuk membuat Palestina sibuk dengan masalah internal dan menjauhkan mereka dari perjuangan pembelaan Yerusalem, juga masalah pengungsi Palestina.
Pada 13 Maret, Perdana Menteri Palestina Hamdallah selamat dari serangan bom yang ditujukan kepada konvoi kendaraannya, ketika dia sedang berkunjung ke Gaza.
Wakil Kepala Biro Politik Hamas Salih al-Aruri mengatakan bahwa serangan yang ditujukan kepada konvoi Perdana Menteri Rami al-Hamdallah merupakan tindakan sabotase dan upaya merusak rekonsiliasi Palestina.
Aruri mengungkapkan bahwa semua kelompok dan masyarakat Palestina sangat menyadari terkait perkembangan Palestina dan adanya upaya untuk merusak kesepakatan untuk melakukan rekonsiliasi dan membentuk pemerintah bersatu.
Aruri meminta berbagai pihak terkait untuk tidak menghiraukan tindakan yang akan merusak hubungan seperti itu. Aruri juga menekankan bahwa semua institusi di Palestina harus disatukan dan Pemerintah Rekosiliasi Palestina harus segera memulai kegiatannya di Gaza.