Maria Elisa Hospita
03 November 2018•Update: 04 November 2018
Mohamed Majed
GAZA CITY, Palestina
Kelompok perlawanan Palestina Hamas menuntut permintaan maaf Inggris atas Deklarasi Balfour 1917 yang membuka jalan bagi berdirinya negara Israel dan pendudukan Palestina pada 1948.
"Inggris harus meminta maaf kepada rakyat Palestina [untuk Deklarasi Balfour dan pembentukan Israel berikutnya] dan memungkinkan pemulangan pengungsi yang mengungsi dari Palestina yang bersejarah," kata pernyataan itu.
Tuntutan itu dikeluarkan pada Jumat, yang bertepatan dengan peringatan 101 tahun deklarasi tersebut.
Deklarasi Balfour adalah surat yang dikirim oleh Menteri Luar Negeri Inggris Arthur James Balfour kepada Lord Walter Rothschild, seorang pemimpin Zionis, pada 2 November 1917.
Dalam surat itu, Balfour menyatakan persetujuan pemerintahannya untuk "rumah nasional orang-orang Yahudi" di Palestina.
"Inggris harus meminta maaf kepada rakyat Palestina [karena Deklarasi Balfour dan pembentukan Israel] dan memungkinkan repatriasi pengungsi Palestina ke kampung halamannya," kata pernyataan itu.
Hamas pun mendesak hak-hak orang Palestina untuk melawan pendudukan [Israel] sampai mereka mencapai kemerdekaan.
Dalam tuntutannya, Hamas yang memerintah di Jalur Gaza yang diblokade sejak 2007, juga menegaskan kembali penolakannya atas setiap upaya normalisasi politik dengan Israel.