Rhany Chairunissa Rufinaldo
14 April 2020•Update: 14 April 2020
Burak Karacaoglu, Ashraf Mousa
IDLIB, Syria
Hampir 110.000 warga Suriah yang terlantar telah kembali ke rumah mereka di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, sejak Turki dan Rusia menyepakati gencatan senjata di kawasan itu pada 5 Maret.
Sekitar satu juta warga Suriah melarikan diri dari provinsi itu ketika rezim Suriah dan sekutunya meluncurkan serangan pada November 2019.
Sebagian besar pengungsi mencari perlindungan di kamp-kamp dekat perbatasan dengan Turki, sementara yang lain pergi ke daerah-daerah di bawah kendali oposisi Suriah di sebelah utara.
Berbicara kepada Anadolu Agency, Muhammad Hallaj, direktur Kelompok Koordinasi Respons Suriah, mengatakan bahwa banyak warga Suriah yang terlantar kembali ke rumah mereka segera setelah penghentian serangan oleh pasukan rezim di daerah itu.
Dia menambahkan bahwa sejak gencatan senjata terjadi, 109.714 warga Suriah telah kembali ke rumah mereka.
Hallaj juga mengatakan bahwa sejumlah besar pengungsi Suriah masih lebih suka tinggal di kamp-kamp di dekat perbatasan Suriah-Turki, karena masih ada kontrol pasukan rezim di desa-desa.
Pada 5 Maret, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin menyepakati gencatan senjata baru di Idlib yang mulai berlaku sehari kemudian.
*Ahmed Asmar berkontribusi pada berita ini dari Ankara