Rhany Chairunissa Rufinaldo
05 September 2019•Update: 06 September 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Protes yang berlangsung selama berbulan-bulan akhirnya mendorong Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam untuk membatalkan amandemen ekstradisi, Rabu.
Dalam rekaman video, Lam mengatakan bahwa pemerintahnya akan menarik rancangan undang-undang (RUU) itu.
Menanggapi lima tuntutan pengunjuk rasa, Lam mengatakan dia memiliki rencana aksi empat poin untuk memulai dialog.
Terlepas dari penarikan RUU itu, para pengunjuk rasa juga menuntut pencabutan klasifikasi mereka sebagai perusuh, penyelidikan kekarasan polisi selama demonstrasi, pembebasan dari penjara dan dua hak pilih universal untuk Dewan Legislatif dan Kepala Eksekutif.
Lam mengatakan jaksa telah memproses kasus-kasus tersebut berdasarkan bukti yang dikumpulkan, sehingga membatalkan tuntutan terhadap para pemrotes adalah pelanggaran hukum.
Para ahli mengatakan aksi protes telah mengganggu perekonomian negara itu.
Akademisi yang berbasis di Hong Kong Chien-Yu Shih mengatakan ada arus keluar modal yang sangat cepat dari Hong Kong yang mengganggu dan memperburuk perekonomian.
Selain itu, kata Shih, anggota parlemen Amerika Serikat sedang mempertimbangkan tindakan terhadap pemerintah Hong Kong.
"Setiap RUU di Kongres AS akan berakibat fatal bagi Hong Kong," ujar dia.
Shih mengatakan bahwa keputusan Lam kemungkinan dipicu oleh bocornya rekaman pidato sang kepala eksekutif kepada sebuah delegasi bisnis pada Selasa.
"Jika aku punya pilihan, hal pertama adalah berhenti," kata Lam bisa dalam rekaman video itu.
Shih menambahkan bahwa kebocoran pidato Lam mengakhiri kepercayaan Beijing terhadapnya.
"Sudah terlambat"
Kelompok hak asasi yang berbasis di Hong Kong mengatakan bahwa langkah pemerintahan Lam sudah terlambat.
Angeline Chan dari Grup Pengacara Kemajuan (LPG) yang berbasis di Hong Kong mengatakan bahwa jika Lam menarik RUU itu pada awal Juni, semua warga akan merasa senang.
“[Tapi] yang kami lihat adalah sejumlah anak muda bunuh diri sebagai protes terhadap ketidakpedulian pemerintah, lebih dari 1.000 orang ditangkap dan lebih dari 100 orang dituntut sementara ada banyak insiden kebrutalan polisi,” kata Chan.
Dia mengatakan bahwa para demonstran menyaksikan aksi kekerasan yang dilakukan oleh gangster dan polisi.
"Langkah ini tidak terlalu berarti karena hingga 12 Juni hanya ada satu permintaan, yaitu untuk menarik RUU, tetapi setelah warga menghadapi serangan, bertambah empat tuntutan lagi yang belum dipenuhi," tutur Chan.