Hayati Nupus
07 Juni 2019•Update: 08 Juni 2019
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengusulkan pertemuan empat mata dengan Presiden China Xi Jinping seiring dengan meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Setelah penangkapan Chief Financial Officer raksasa teknologi China Huawei, Meng Wanzhou, pada Desember, langkah yang dikecam keras pejabat negeri tirai bambu itu, pemerintah China menangkap dan menahan dua orang Kanada dengan tuduhan mata-mata.
China juga memangkas pembelanjaan tradisional kedelai dan biji kanola Kanada dalam jumlah besar, yang merugikan industri negara Eropa itu.
Pekan ini, China mengambil langkah konflik lain dengan mengatakan akan meningkatkan inspeksi daging babi Kanada, terkait potensi flu babi Afrika. Sementara belum pernah ada kasus flu babi Afrika pada produk daging babi Kanada.
Komentar terakhir Trudeau muncul setelah Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland mengaku beberapa kali mencoba mengatur pertemuan dengan rekannya dari China untuk membahas persoalan tersebut namun gagal.
Perdana menteri menyatakan keprihatinan utamanya adalah ditahannya dua warga Kanada di China—yaitu pengusaha Michael Spavor dan Michael Kovrig yang tengah cuti dari pekerjaan sebagai diplomat—namun dia khawatir ketegangan terus-menerus ini dapat menimbulkan persoalan perdagangan yang lebih besar.
“Penahanan dua warga Kanada secara sewenang-wenang oleh pemerintah China paling memprihatinkan kami,” kata Trudeu, kepada wartawan di Prancis, ketika dia menghadiri upacara D-Day.
“Keputusan mereka kepada kanola, produk lainnya juga, menjadi perhatian.”
Terkait meningkatnya ketegangan setelah Meng ditangkap di Vancouver atas permintaan ekstradisi AS, Trudeu mengatakan pertemuan antara kedua kepala negara penting untuk menyelesaikan masalah.
“Peluang untuk melibatkan langsung presiden China tentu sesuatu yang kami perhatikan.”
Dia mengatakan pertemuan itu memungkinkan terjadi dalam KTT G20 pada 28-29 Juni di Osaka, Jepang, dan kedua pemimpin dijadwalkan hadir.
Sementara itu, Kamis lalu keluar pengumuman bahwa sidang ekstradisi Meng, yang kini berada dalam tahanan rumah di Vancouver, akan berlangsung 20 Januari.