Maria Elisa Hospita
04 Oktober 2018•Update: 06 Oktober 2018
Sena Guler
ANKARA
Hadiah Nobel Kimia 2018 dianugerahkan kepada tiga ilmuwan, dua di antaranya dari Amerika Serikat dan satu dari Inggris, atas riset mereka yang berdasar pada prinsip evolusi protein.
Royal Swedish Academy of Sciences menghadiahkan separuh dari total hadiah uang tunai senilai USD1,01 juta kepada Frances Arnold, 62, berkat keberhasilannya merekaya evolusi enzim, sementara George Smith, 79, dan Gregory Winter, 67, yang mengembangkan metode baru untuk mengembangkan protein baru berbagi separuh hadiah uang tunai.
“Pada 1993, untuk pertama kalinya Arnold merekaya evolusi enzim. Enzim itu digunakan untuk memproduksi unsur kimia yang lebih ramah lingkungan untuk obat-obatan serta produksi bahan bakar terbarukan," papar pernyataan Royal Swedish Academy of Sciences.
Arnold menjadi perempuan kelima yang dianugerahi Nobel Kimia sepanjang sejarah.
Ketiganya dinilai berhasil memanfaatkan kekuatan evolusi untuk menghasilkan protein baru yang dapat digunakan untuk banyak hal, mulai dari deterjen ramah lingkungan hingga obat kanker.
Salah satu hasil dari penelitian mereka adalah obat suntik Humira yang dijual oleh AbbVie, yang digunakan untuk perawatan radang sendi dan berbagai penyakit autoimun lainnya.
Arnold bekerja di California Institute of Technology AS, sementara George Smith bekerja di Universitas Missouri di AS, dan Gregory Winter di Laboratorium MRC Biologi Molekuler di Inggris.
Hadiah 2015 diberikan kepada Aziz Sancar, seorang kimiawan kelahiran Turki yang sekarang bekerja di Universitas North Carolina di AS.