Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Imran Khan, mantan bintang kriket Pakistan, resmi terpilih sebagai perdana menteri pada Jumat.Khan, 66, yang diusung partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) meraih 176 dari 272 dukungan suara parlemen. Pesaing Khan satu-satunya, Shehbaz Sharif, mengumpulkan 96 suara.
Sesaat setelah Ketua Majelis Nasional Asad Qaiser mengumumkan hasil voting, para anggota parlemen PTI memukul-mukul meja dan meneriakkan slogan-slogan sebagai dukungan untuk Khan.
Sementara itu, para anggota oposisi, terutama dari partai Sharif, Pakistan Muslim Liga-Nawaz, meneriakkan slogan-slogan tanda tak setuju.
Menurut pernyataan dari kantor kepresidenan, Khan akan mengambil sumpah pada Sabtu di Rumah Presiden.
Khan yang mengenakan shalwar kameez putih dan rompi hitam, mengucapkan terima kasih kepada para anggota parlemen yang menghampiri dirinya untuk mengucapkan selamat.
Dalam pidato pertamanya setelah terpilih sebagai perdana menteri, Khan menegaskan kembali kesediaannya untuk mengadakan penyelidikan atas tuduhan manipulasi dan kecurangan dalam pemilihan umum 25 Juli.
“Kami siap untuk penyelidikan. Kami siap bekerja sama jika Anda pergi ke komisi pemilihan atau Mahkamah Agung, tetapi izinkan saya menegaskan bahwa kami tidak bisa diancam oleh siapapun," tegas dia.
"Kami tidak akan memberikan kesempatan untuk perampok. Saya tidak bisa tidak menindak mereka yang telah menjarah negara ini dalam 10 tahun terakhir," tandas Khan, di tengah caci-maki kubu pesaingnya di majelis.
Sepak terjang Khan
Khan adalah sosok yang membawa tim nasional kriket Pakistan pada kemenangan pertama dan satu-satunya Pakistan dalam Piala Dunia tahun 1992.
Dia dibesarkan di sebuah keluarga kelas menengah-atas di timur laut kota Lahore.
Dia belajar ilmu politik, filsafat, dan ekonomi di Universitas Oxford.
Sepanjang karier kriketnya, Khan dikenal sebagai playboy. Setelah dia pensiun dari dunia kriket tahun 1992, Khan aktif berkecimpung di bidang politik dan filantropi.
Khan mendirikan rumah sakit kanker pertama di negara bagian itu - yang diberi nama persis nama ibunya, Shoukat Khanum, yang meninggal dunia karena kanker di Lahore
Khan menikah tiga kali, dua pernikahannya berakhir dengan perceraian. Pendampingnya saat ini adalah seorang penyembuh iman, Bushra Manika.
Pada tahun 1996, Khan mendirikan PTI dengan mengusung janji-janji 'Naya Pakistan (Pakistan Baru)', di mana politik dinasti tidak memiliki peran.