18 Agustus 2018•Update: 19 Agustus 2018
Maria Elisa Hospita
JAKARTA
Delegasi Emirat Islam Afghanistan atau Taliban yang dipimpin kepala Kantor Politik Sher Muhammad Abbas Stanekzai melakukan kunjungan ke Indonesia dari 12-15 Agustus 2018.
Selama kunjungan tersebut, delegasi Taliban menemui Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Representatif Khusus Presiden Indonesia untuk Afghanistan Hamid Awaludin.
“Mereka berdiskusi tentang pencapaian perdamaian di Afghanistan dan penarikan pasukan asing,” kata juru bicara politik Taliban Muhammad Sohail Shaheen dalam sebuah pernyataan pada Jumat.
Selain itu, delegasi Taliban dan pejabat tinggi Indonesia juga bertukar pandang soal hubungan bilateral.
Mei lalu, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan ulama Afghanistan dan Pakistan untuk membahas perdamaian di Afghanistan.
Dari hasil pertemuan itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi mengatakan Taliban telah meminta sejumlah persyaratan sebelum berunding dengan pemerintah Afghanistan, di antaranya hengkangnya pasukan AS, berdirinya pemerintah berdasarkan syariat, dan dihapusnya Taliban dari daftar teroris.
Muhyidin mengakui tuntutan ini memang tidak mudah. Namun Indonesia optimis perdamaian antara Taliban dan Afghanistan bisa terwujud.
Pada Januari, Presiden Indonesia Joko Widodo berkunjung ke Afghanistan. Kunjungan itu merupakan kunjungan kedua presiden Indonesia ke Afghanistan setelah tahun 1961.
Dalam kunjungan tersebut, Widodo menyatakan komitmen Indonesia dalam membantu upaya perdamaian di Afghanistan.