24 Oktober 2017•Update: 24 Oktober 2017
Zahid Rafiq
SRINAGAR, Jammu Kashmir
India mengambil keputusan membuka "dialog berkelanjutan" guna "mengerti aspirasi penduduk Kashmir", kata Menteri Dalam Negeri India pada Senin.
Menteri Rajnath Singh mengatakan Dineshwar Sharma, mantan kepala badan intel India, akan mengepalai dialog itu.
"Sebagai representatif Pemerintah India, Dineshwar Sharma akan membuka interaksi dan dialog untuk mengerti lebih dalam aspirasi penduduk Jammu dan Kashmir," kata Singh kepada pers di New Delhi.
Namun belum dijelaskan kapan dan dengan siapa dialog ini akan dilakukan.
Gubernur wilayah Jammu Kashmir, Mehbooba Mufti, menyambut baik langkah itu. Dia mengatakan inisiatif itu "penting pada saat ini dan merupakan satu-satunya jalan maju".
Kashmir, wilayah Himalaya dengan mayoritas peduduk Muslim, terbagi menjadi area yang diduduki India dan Pakistan, serta sebagian kecil diduduki Cina.
India dan Pakistan telah berperang 3 kali – pada 1948, 1965 dan 1971 – sejak berpisah pada 1947, dua pertempuran itu terkait Kashmir. Kelompok pemberontak di Jammu dan Kashmir terus berjuang untuk kemerdekaan dari kuasa India, atau untuk bergabung dengan Pakistan.
Lebih dari 70.000 orang telah tewas dalam konflik itu sejak 1989. India menempatkan lebih dari setengah juta tentara di area yang disengketakan itu.