Devina Halim
07 April 2021•Update: 08 April 2021
JAKARTA
Indonesia dan Inggris menyerukan agar militer Myanmar berhenti menggunakan kekerasan setelah kudeta yang terjadi pada 1 Februari 2021.
Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab di Jakarta pada Rabu.
“Kami berbagi kepedulian yang sama dan terus menyerukan agar militer Myanmar menghentikan penggunaan kekerasan untuk mencegah jatuhnya korban sipil lebih lanjut,” kata Menteri Retno dalam konferensi pers virtual.
Keduanya juga meminta adanya kondisi yang kondusif untuk berdialog agar demokrasi, perdamaian, dan stabilitas kembali ke jalurnya.
Menteri Retno menambahkan mereka juga membahas bagaimana komunitas internasional, termasuk Inggris dapat mendukung upaya ASEAN untuk membantu Myanmar menyelesaikan permasalahan ini.
Kelompok masyarakat sipil pengawas tahanan politik di Myanmar menyampaikan warga yang tewas dalam demonstrasi menentang kudeta militer sudah mencapai 581 orang sejak 1 Februari lalu.
Dalam laporannya, pada Rabu dini hari, Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) menyampaikan tambahan 11 orang tewas pada Selasa menyusul kekerasan yang terjadi di Myanmar.
Kerja sama bilateral
Di samping itu, Menteri Retno juga membahas tiga poin kerja sama bilateral dengan Inggris dalam pertemuan Partnership Forum ketiga tersebut.
Pertama, memperkuat kemitraan di sektor kesehatan, di mana Indonesia mengusulkan sektor ini dimasukkan sebagai salah satu komponen kunci dalam forum itu.
“Beberapa area di mana kita dapat bekerja sama adalah penelitian dan pengembangan untuk industri kesehatan dan farmasi, dan kolaborasi untuk produksi vaksin,” tutur Menteri Retno.
Poin lain yang disinggung Menteri Retno perihal mempercepat upaya pemulihan ekonomi serta memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan.
Dalam kesempatan itu, kedua negara juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam rangka memperkuat kerja sama melawan terorisme.
Adapun dari pihak Indonesia, MoU ditandatangani oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar.
Menlu Inggris Dominic pun menantikan kerja sama dengan Indonesia di bidang keamanan dan maritim, hingga mendukung pengembangan infrastruktur di Tanah Air.
Kedua negara, kata dia, juga terus bekerja berdampingan dalam menangani pandemi Covid-19.
“Kita harus bekerja sama, termasuk memastikan seluruh orang memiliki akses yang sama terhadap vaksin,” tutur Dominic.
Menlu Inggris pun menantikan kerja sama lebih lanjut yang bermanfaat bagi masyarakat di kedua negara.