Pizaro Gozali
05 Oktober 2017•Update: 09 Oktober 2017
Pizaro Gozali
JAKARTA
Menteri Luar (Menlu) Negeri Retno Marsudi mengimbau negara-negara Islam untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi tantangan umat.
"Kenyataan saat ini banyak waktu dihabiskan untuk membahas penyelesaian berbagai konflik di antara negara Islam," ujar Retno saat melakukan kunjugan kehormatan kepada Raja Yordania, Raja Abdulah II Bin Al-Hussein, di Istana Al-Husseiniyah, Amman, Rabu.
Dalam pertemuan itu, Menlu menyampaikan undangan Presiden RI kepada Raja Abdullah untuk hadir sebagai pembicara utama di Bali Democracy Forum di Bali 7-8 Desember 2017.
Undangan tersebut diberikan kepada Raja Jordan mengingat perannya dalam memajukan pluralisme, toleransi dan demokrasi.
"Jordan telah menjadi contoh di kawasan sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi, pluralisme dan demokrasi," tutur Menlu.
Selain itu, Menlu RI dan Raja Yordania juga membahas kekhawatiran terkait Foreign Terrorist Fighters (FTF) dan perkembangan regionalisasi kelompok terorisme, seperti di Marawi.
Dalam kaitan ini Raja Yordania menyambut baik komitmen dan langkah Indonesia menanggulangi terorisme.
Lebih lanjut, Raja Abdullah II menyampaikan kesiapan Yordania untuk melakukan kerja sama intelijen, program deradikalisasi dan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum.
Menlu mengharapan agar MoU kerja sama penanggulangan terorisme antara Indonesia dan Yordania dapat segera diselesaikan.
"Terorisme dan radikalisme merupakan tantangan nyata dan hanya dapat dihadapi dengan kerja sama yang efektif baik di tingkat bilateral, regional maupun internasional," ucap Retno.
Pada kesempatan itu, Raja Yordania juga menyampaikan isu Palestina yang semakin kurang mendapat perhatian masyarakat internasional, sehingga membutuhkan upaya bersama untuk menempatkannya kembali di agenda masyarakat internasional.
Menlu menegaskan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan Palestina.