Devina Halim
27 Agustus 2021•Update: 27 Agustus 2021
JAKARTA
Indonesia dan Singapura mengutuk keras ledakan di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, pada Kamis kemarin.
“Indonesia mengutuk keras serangan teroris di dekat Bandara Kabul (26/8) yang menewaskan puluhan orang dan melukai banyak orang,” kata Kementerian Luar Negeri Indonesia lewat akun Twitter resminya, Jumat.
Sejumlah ledakan mengguncang ibu kota Afghanistan pada Kamis, termasuk dua di luar bandara kota itu, menewaskan puluhan orang dan melukai lebih dari 140 orang, menurut laporan media dan koresponden Anadolu Agency di lapangan.
Kementerian Luar Negeri Singapura menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dari korban tewas dan berharap korban terluka dapat pulih sepenuhnya.
Singapura sangat menyayangkan tindakan kekerasan tersebut dan menegaskan serangan itu tidak dapat dibenarkan.
“Singapura terus mendesak semua pihak, termasuk Taliban, untuk memastikan keselamatan warga sipil dan memfasilitasi keberangkatan secara aman dan tertib bagi warga negara asing yang ingin meninggalkan Afghanistan,” ungkap Kemenlu Singapura, Jumat.
Sebuah laporan BBC mengutip seorang pejabat kesehatan senior Kabul yang mengatakan bahwa lebih dari 60 orang tewas, sementara lebih dari 140 terluka dalam ledakan tersebut.
Komandan CENTCOM Amerika Serikat Jenderal Kenneth McKenzie membenarkan bahwa 12 tentara AS tewas dan 15 lainnya terluka dalam ledakan tersebut.
Laporan yang belum dikonfirmasi mengungkapkan bahwa dua ledakan itu akibat serangan bunuh diri.
Adapun juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid juga mengutuk serangan itu di Twitter.
Presiden AS Joe Biden mengonfirmasi serangan di luar bandara Kabul itu dilakukan oleh kelompok teroris ISIS-K, afiliasi Daesh/ISIS di Afghanistan.
Biden menegaskan AS akan memburu kelompok ISIS-K, yang merupakan musuh bebuyutan Taliban.