Shenny Fierdha
23 September 2017•Update: 23 September 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Indonesia menekankan pentingnya peran Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dalam menyelesaikan krisis Palestina sampai negara tersebut berhasil membebaskan diri dari penjajahan Israel.
Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam Rapat Koordinasi Tahunan Menteri Luar Negeri Anggota OKI pada Jumat, di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-72 di New York, Amerika Serikat.
“Palestina bahkan ada dalam jantung politik luar negeri Indonesia,” kata Menteri Retno dalam acara tersebut.
Ia menegaskan bahwa negara-negara anggota OKI harus solid memberikan bantuan kepada Palestina, disertai dorongan dan dukungan kuat untuk kemerdekaan negara tersebut yang sudah puluhan tahun berada di bawah penindasan Israel.
“OKI perlu kerja lebih keras lagi, sebab OKI ada karena dan untuk Palestina,” kata Menteri Retno.
Ia juga menyarankan agar negara-negara OKI memberikan dukungan dan bantuan dana kepada Badan Bantuan dan Kerja PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) yang telah menolong rakyat Palestina memperjuangkan kemerdekaannya supaya negara di Timur Tengah ini betul-betul bisa merdeka di kemudian hari.
Terkait krisis kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar, Menteri Retno kembali menegaskan bahwa krisis ini harus dihentikan secepatnya.
“Akar masalah tetap harus dicari dan dicegah supaya situasi tidak memburuk,” katanya.
Data dari PBB menemukan bahwa sejauh ini terdapat 803.000 orang Rohingya mengungsi ke Bangladesh akibat operasi pasukan keamanan Myanmar yang menewaskan ribuan warga Rohingya, termasuk anak dan perempuan.
Indonesia sendiri telah aktif memberikan bantuan baik ke lokasi pemukiman para Rohingya di Myanmar maupun ke pengungsian mereka di Bangladesh.
Masalah di Myanmar dan Palestina menurut Retno muncul akibat adanya perbedaan antara kelompok tertentu yang tidak dapat diterima.
“Segala perbedaan harus diselesaikan secara damai,” tegas Menteri Retno.