Erric Permana
16 September 2019•Update: 17 September 2019
JAKARTA
Indonesia mengecam serangan pesawat tak berawak terhadap fasilitas minyak Aramco di Arab Saudi.
Melalui keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia, serangan tersebut membahayakan keamanan dan stabilitas Kawasan serta berdampak negatif terhadap ekonomi global.
Indonesia menyerukan adanya dialog dan mendukung proses politik di Yaman di bawah kepemimpinan PBB.
Pada 14 September, dua serangan pesawat tak berawak menghantam fasilitas Abqaiq dan Khurais. Abqaiq adalah rumah bagi pabrik pengolahan minyak terbesar milik negara, Saudi Aramco.
Setelah serangan pesawat tak berawak, Arab Saudi mengurangi produksi minyaknya dari dua fasilitas minyak yang dikelola oleh Saudi Aramco, setara dengan hampir dua juta barel per hari.
Serangan itu dapat menyebabkan harga minyak naik hingga USD10 per barel, yang dapat menyebabkan kenaikan harga bensin sebanyak 25 sen per galon, menurut para ahli.
CEO Aramco Amin Nasser mengatakan bahwa pekerjaan sedang dilakukan untuk memulihkan produksi.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, koalisi pimpinan Saudi yang saat ini berperang melawan pemberontak Houthi di Yaman mengklaim bahwa mereka telah melakukan serangan serupa di masa lalu.
Houthi memiliki rudal balistik jarak menengah dan mereka sebelumnya menargetkan lokasi strategis di Arab Saudi dengan drone bersenjata.