Erric Permana
15 Maret 2018•Update: 15 Maret 2018
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan juga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengirimkan anggotanya untuk melakukan verifikasi terhadap 15 WNI diduga terkait Daesh yang ditahan SBF (Syrian Border Forces) atau Pasukan Kurdi YPG.
Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan pihaknya masih menunggu informasi dari tim yang telah dikirim ke sana.
"Kan kemenlu juga full ke sana anggota kami juga ke sana dan semua perwakilan kita di sana juga sudah kita mintai keterangan," ujar Suhardi Alius kepada Anadolu Agency di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis.
Mengenai adanya informasi WNI yang ditahan tersebut merupakan perempuan dan anak-anak, Suhardi Alius belum bisa memastikan. Sebab, menurutnya kondisi WNI itu masih belum diketahui.
"Informasi terakhir masih di daerah konflik gak bisa mengakses kita masuk ke situ," tambah Suhardi Alius.
Sebelumnya, Human Right Watch (HRW) mengungkapkan ada 15 WNI yang saat ini berada di tangan Pasukan Kurdi di Suriah. Tidak hanya itu banyak warga negara lain yang juga ikut ditahan yang diduga terlibat dengan Daesh. Saat ini tercatat ada sekitar 800 WNI.