Nicky Aulia Widadio
03 April 2020•Update: 05 April 2020
JAKARTA
Indonesia melaporkan 196 kasus baru Covid-19 pada Jumat, sehingga total kasus menjadi 1.986.
Jumlah tersebut menjadi lonjakan kasus harian tertinggi yang dikonfirmasi sejauh ini.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan sebanyak 22 orang baru dinyatakan sembuh sehingga total pasien sembuh menjadi 134 orang.
Sedangkan pasien yang meninggal bertambah 11 orang sehingga total kasus kematian menjadi 184 orang.
“Ini menunjukkan proses penularan masih terjadi, saya minta pertimbangkan kembali kalau mau pergi ke mana pun. Tempat paling aman adalah di rumah,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Sebanyak 32 provinsi dari total 34 provinsi di Indonesia telah melaporkan penemuan kasus Covid-19.
DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan kasus terbanyak di Indonesia, yakni 971 kasus dengan 52 orang pasien sembuh dan 90 orang pasien meninggal.
Sejauh ini, Kementerian Kesehatan telah memeriksa 7.924 spesimen terkait Covid-19 di 48 laboratorium di seluruh Indonesia.
Tes cepat (rapid test) juga masih berlangsung. Yurianto mengatakan 475.200 alat rapid test telah didistribusikan ke berbagai daerah.
Selain itu, 349 ribu alat perlindungan diri (APD) untuk tenaga medis telah didistribusikan dan 360 rumah sakit rujukan telah disiapkan untuk menangani pasien Covid-19.
Yurianto menuturkan jejaring laboratorium akan segera ditambah dengan memanfaatkan alat tes untuk penyakit tuberkulosis (TBC).
“Alat ini ada cukup banyak, tetapi masih butuh waktu untuk mempersiapkannya,” kata dia.
Indonesia pertama kali mengonfirmasi kasus Covid-19 pada 2 Maret 2020. Jumlah kasus yang terdeteksi terus bertambah sejak saat itu.
Presiden Joko Widodo telah memutuskan menggunakan cara pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk melawan penyebaran Covid-19.
Sejauh ini, belum ada kebijakan yang membatasi pergerakan orang antar-wilayah untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari Jakarta ke daerah-daerah.
Pemerintah juga tidak melarang masyarakat yang berencana mudik saat Hari Raya Idul Fitri.
Pemudik hanya diminta mengisolasi diri selama 14 hari dan menetapkan status mereka sebagai orang dalam pemantauan (people under observation).
Indonesia mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp405,1 triliun untuk penanganan penyebaran Covid-19 untuk program kesehatan, jaring mengaman sosial, insentif perpajakan, stimulus kredit usaha rakayat dan pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional.