Muhammad Nazarudin Latief
01 November 2018•Update: 02 November 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Indonesia mendesak Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) membantu mengatasi krisis ketenagakerjaan di Palestina.
Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib dalam siaran persnya, Kamis, mengatakan tingkat pengangguran di Palestina kini tercatat paling tinggi di seluruh dunia.
“Tingkat pengangguran di Palestina tercatat tertinggi di dunia, sementara angka partisipasi tenaga kerja tercatat paling rendah. Ini sangat memprihatinkan,” kata Dubes Hasan Kleib di hadapan Dirjen ILO, Guy Ryder, dan para peserta sidang sesi ke-334 Governing Body ILO di Jenewa, Swiss, Rabu.
Itu semua, kata Kleib adalah akibat blokade Israel selama bertahun-tahun. Indonesia menyambut baik upaya ILO dengan program Decent Work Country Programme di Palestina
Meski demikian, implementasi program ILO terancam tidak akan dapat terlaksana dengan baik selama Israel masih membatasi akses penduduk Palestina untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, terutama di wilayah Gaza dan Tepi Barat.
“Indonesia mendorong agar ILO memperkuat kapasitas Palestina dalam pengembangan pasar kerja, termasuk di wilayah pendudukan Israel,” lanjut Kleib.
Indonesia juga mendesak ILO memastikan perlindungan warga Palestina dari kemungkinan eksploitasi dan pelanggaran hak-hak ketenagakerjaan lainnya, termasuk mereka yang terpaksa harus mencari kerja di Israel dan di wilayah pemukiman ilegal karena tidak ada pilihan lain.
Sebelumnya, pada forum ILO Juni lalu, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri juga menyampaikan hal serupa. Indonesia aktif menyuarakan dukungan terhadap tercapainya pertumbuhan ekonomi dan kerja layak di negara tersebut.
“Indonesia akan terus bekerja sama dengan ILO dan masyarakat internasional untuk memastikan terciptanya kerja layak di Palestina,” ujar Hanif waktu itu.
Situasi ketenagakerjaan di Palestina menjadi salah satu isu penting yang dibahas dalam pertemuan sidang sesi ke-334 GB ILO yang berlangsung di Jenewa, Swiss, sejak tanggal 29 Oktober hingga 8 November.
Governing Body (GB) merupakan badan eksekutif ILO yang terdiri dari 56 negara dimana Indonesia saat ini menjabat sebagai Deputy Member dan memiliki mandat memutuskan kebijakan, anggaran dan program-program ILO.