Pizaro Gozali İdrus
30 November 2017•Update: 30 November 2017
Pizaro Gozali
JAKARTA
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan Indonesia memberikan perhatian besar terhadap rekonsiliasi Hamas dan Fatah bagi persatuan Palestina.
“Posisi Indonesia jelas, dari awal saat kita memberikan dukungan bagi perjuangan Palestina, maka isu rekonsiliasi menjadi bagian paling penting,” ujar Retno dalam perayaan International Day of Solidarity with the Palestinian People di Jakarta, Kamis.
Indonesia memandang kesepakatan antara Hamas dan Fatah, dua faksi terbesar di Palestina, memberikan harapan dan memberikan momentum baru bagi Palestina.
Persatuan ini akan memudahkan rakyat Palestina dalam meraih kemerdekaan.
Menteri Retno menegaskan Indonesia mendukung solusi dua negara yaitu Israel dan Palestina bagi perdamaian di Palestina dan menjadikan Jerusalem sebagai ibukota Palestina.
Namun tantangan dunia internasional adalah bagaimana membangun kembali Palestina dalam bidang ekonomi. Oleh sebab itu dibutuhkan pendampingan kemanusiaan secara terus menerus.
“Indonesia terus berada di belakang bangsa Palestina,” ujar Retno.
International Day of Solidarity with the Palestinian People adalah hari peringatan internasional yang dibentuk oleh PBB berdasarkan Resolusi 32/40 B pada tanggal 2 Desember 1977.