Hayati Nupus
23 April 2019•Update: 24 April 2019
Hayati Nupus
JAKARTA (AA) – Indonesia dan Rusia menandatangani kontrak pengadaan 22 unit Tank BMP-3F dan 21 kendaraan tempur personel BT-3F di Jakarta.
Berkas kerja sama itu ditandatangani pada Senin oleh PLT Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Bambang Kusharto dan Advisor of General Director JSC Rossoboronexport Rusia Konstantin V Suetin serta Kiriil S Karev.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Laksdya TNI Agus Setiadji dalam keterangannya mengatakan ini merupakan kerja sama strategis bagi kedua pihak demi memenuhi renstra dan mewujudkan kemampuan marinir yang disegani di tingkat regional maupun global.
Meski begitu, Agus menekankan bahwa setiap pengadaan barang dan jasa harus melibatkan industri dalam negeri sebagai mitra.
Bambang mengatakan bahwa Indonesia, khususnya TNI Angkatan Laut, percaya pada tank dan kendaraan tempur produk Rusia.
Ini merupakan pengadaan tank ketiga dan pengadaan kendaraan tempur personel pertama yang merupakan hasil desain Marinir.
Nilai kontrak pengadaan ini, lanjut Agus, USD108 juta untuk tank BMP-3F dan USD67.200 juta untuk tank personel.
Agus menjelaskan jika sumber dana pengadaan ini berasal dari pinjaman luar negeri Renstra 2015-2019 untuk memenuhi Program Minimum Essential Force (MEF) tahap dua.